Jumat, 23 September 2016

CAS 429 : JAGGANATH MENDORONG KAURWAKI KEJURANG, RADHAGUPTA MELAKUKAN UPACARA TERAKHIR UNTUK JASAD SIAMAK

Sabtu, 24 September 2016. Kode CAS : 23.09


Ashoka masih di dalam hutan mencari Kaurwaki, Ashoka berkata "Aku sudah bosan dengan permainan ini, mendapatkan mu dan kemudian kembali kehilangan kau Kaurwaki, ketika aku kehilangan mu untuk pertama kalinya, aku merasa bahwa cinta kita telah mencapai klimaksnya, dan kau yang mulai mencari aku, kau meninggalkan rumah mu dan menyamarkan identitas mu, sesuatu menghentikan ku untuk datang ke pada mu, sesuatu yang membuat aku merasa jika aku akan menyakiti diri mu, tapi hanya kemauan kuat dan cinta kami akan membuat kami akan kembali bersama-sama, saat semuanya akan jauh di tempat kami, ayah mu juga bermain dengan permainan yang sama, dia meminta ku antara ibu ku dan ibu pertiwi, kau tahu kapan hati ku akan hancur?" Bahkan kau tidak kembali dan pergi meninggalkan ku, ironisnya bahkan aku tidak pernah bisa menyalahkan diri mu untuk mendukung ayah mu, sebab itu tugas dari setiap anak untuk mendukung orang tuanya"


Jagannath dan Kewalnath bersama dengan prajuritnya kemudian mencari Kaurwaki, Ashoka mengatakan "Aku kuat, tapi sekarang aku sendirian, aku tidak dapat memahami siapa yang harus ku ajak bicara, kepada siapa aku harus bertanya apa yang harus ku lakukan, disatu sisi ada Devi yang terus berkorban untuk ku, dan disisi lainnya adalah aku, aku telah meninggalkannya sendirian hanya untuk mu, aku tidak tahu bagaimana cara ku keluar dari situasi ini tanpa menyakiti siapapu,  aku tahu Kaurwaki kau masih berada disini dan kau mendengarkan aku, bimbinglah aku bagaimana aku harus keluar dari situasi ini, bimbinglah aku". Kaurwaki berfikir" Ashoka hanya belajar dari disinya saja, aku tidak ingin menyerah pada misi ku dan untuk ku". Ashoka mengatakan "Kau tidak mengatakan petunjuk apapun untuk ku, kau telah memilih untuk meninggalkan Ashoka mu untuk selamanya". Kaurwaki menangis, Ashoka bangun dan berbalik lalu berhadapan dengan Devi.  Jagannath memerintahkan pada prajuritnya untuk menyerang Ashoka.

Devi datang menemu Ashoka di hutan, Debi berkata pada Ashoka "Aku mencoba sendiri untuk menghentikannya, tapi aku tidak bisa aku datang setalah kau, aku tahu jika Kaurwaki tidak ingin bertemu dengan mu sehingga kau tidak dapat sampai pada impian mu, Kau india, ini akan menjadi penghormatan untuk ibu mu". Ashoka pergi tanpa berkata apapun dan Devi mengikutinya, Kaurwaki keluar dari tempat persembunyiannya, Jagganath membatalkan serangannya

Kaurwaki berdiri mendekati jurang mengatakan "Tidak mungkin untuk hidup bersama dengan mu dan juga hidup tanpa diri mu, kematian adalah satu-satunya pilihan untuk ku sehingga tidak akan ada harapan apapun untuk bisa bertemu kembali dengan mu, aku tidak ingin kau menghabiskan seluruh hidup mu dengan keinginan untuk bertemu dengan ku, kau harus membangun persatuan India seperti mimpi Ibu dan juga guru mu Ashoka". Aliran air terjun begitu sangat deras.

Asoka merasakan keanehan, dia berbalik tapi tidak bisa melihat Kaurwaki, " aku tidak bisa berbicara dengannya tapi doa ku bisa, aku berdoa untuknya agar selalu mendapatkan kekuatan untuk melakukan hal yang bernar".





Tiba-tiba Kaurwaki menyadari hal yang akan dilakukannya berkata "Apa yang ku lakukan?". Kaurwaki mengambil langkah mundur berkata " Apa yang akan ku lakukan?" Aku tidak bisa menjadi lemah seperti ini, aku sudah belajar sejak masa kecil bahwa aku menjadi orang yang tidak akan pernah menyerah untuk menghadapi segala macam kesulitan, aku tidak bisa lari dari kehidupan ini, aku putri dari raja Kalinga". " Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan". Kaurwaki kebingungan, dan kemudian Jagannath datang kesana lalu Kaurwaki memeluk ayahnya mengatakan "Ayah aku tiak bisa memahami apa yang akan ku lakukan, aku tidak tahu lagi apakah yang ku lakukan itu benar ataukah salah, pada saat aku hdup aku tidak memiliki kontrol atas apapun, aku tidak bisa memahaminya sendiri, aku akan bunuh diri, aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan, meskipun begitu mengapa aku harus tetap hidup?". Jagannathi bercerita bagaimana dia berfikir tentang kematiannya, saat dia berada di penjara Kichak. tanggung jawab ku, kenangan putri tercinta ku, motivasi ku untuk hidup aku masuh melihat seberapa kuat ketika kau menyebrangi lautan untuk menyelamatkan ku, aku yakin bahwa kau akan melakukan sesuatu yang baik dalam hidup karena aku memiliki anak perempuan seperti diri mu". Mereka berdua berpelukan, Jagannath bilang "Aku masih mengingat saat pertama kali kau memakan makanan untuk mu dari tangan ku sendiri, setiap ayah memiliki harapan dari anak-anaknya, aku juga punya banyak harapan tetapi kau jatuh cinta pada putra pelayan itu ketika waktunya untuk hidup sampai saat itu, aku mencoba untuk menjelaskannya tapi aku lupa semua orang pada kegilaan mu termasuk aku, warha dan juga anak-anak dari raja.". Bagimana aku bisa begitu sangat egois untuk menyakiti banyak anak-anak untuk satu putri ku?" Bagimana aku bisa menaruh hidup mereka ke dalam resiko dalam kegilaan mu untuk Ashoka kau lupa bawa darah di dalam pembuluh darah mu adalah darah Kalinga yang memiliki nilai repurtasi, kau putri Kalinga dan seharusnya kau bangga dengan identitas mu".

Kaurwaki semaki tercekik karena pelukan ayahnya yang semakin erat namun Jagannath terus berbicara "Hal ini tidaklah mudah untuk mengambil keputusan yang sulit, aku tidak perrlu melihatnya hari ini jika aku sudah mengambil keputusan tepat pada waktunya". Kaurwaki berteriak "Ayaaah", tapi Jagannath terus berbicara "Pada saat kita melakukan apa yang membuat kita merasa buruk, seperti yang kita tahu tidak akan ada orang lain yang dapat melkukannya untuk kita". Kaurwaki berteriak, dia tidak dapat bernafas "Mari kita pergi dari dirinya". Jagganath berkata "Aku harus mengakhiri apa yang sudah kau mulai, aku ingin apa yang terjadi dengan mu sekarang dan seterusnya baik, dimana kau tidak baik untuk Kalinga". Jagganath mencengkram wajah Kaurwaki dengan sangat marah mengatakan "Kau harus pergi sehingga tidak ada salahnya dengan martabat dan juga rasa hormat". Jagannath mendorong Kaurwaki ke jurang, Kaurwaki berteriak memanggil nama Ashoka saat dirinya terjatuh. 

Ashoka dan Devi kembali ke gua yang sama, Ashoka dengan sangat emosionak memegang Duptta milik Kaurwaki, Devi dapat melihat rasa sakit yang tidak tertahankan kerana tidak mampu menemukan Kaurwaki, Devi berkata "Aku harus membantu dia keluar, tapi kenapa aku tidak bisa melakukannya, bukankah aku orang yang menginginkan agar mereka dekat, bagaimana aku berfikir dan berubah pikiran dengan hanya menghabiskan satu malam dengannya?". "Mengapa janji ku sekarang tampaknya merenggang?". "Keegoisan ku telah membuat diri ku menjadi lemah, apakah aku sudah melakukan hal yang benar dengan menjaga Ashoka, Ashoka sedang tidak memiliki kekuatan?". Ashoka menyarankan pada Devi agar dia mau kembali ke Pataliputra, Devi hanya mengangguk dan berkata pada Asoka "Semua orang sedang menunggu mu disana untuk merayakan kemenangan mu".

Disisi lain, Radhaguptha sedang melakukan upacara terakhir untuk jasad Siamak dengan prajurit martir lainnya, Radhagupta menyarnkan pada prajurit untuk segera menuangkan abu Siamak penuh dengan rasa hormat "Ini hanya karena Ashoka". Seorang prajurit bertanya pada Radhagupta "Mengapa kau marah, untuk siapa?". "Bukankah Siamak penghianat?".  Radhagupta membicarakan tentang keanaehan hidup "Aku telah melihat  ketiga anak Samrat tumbuh dewasa, bukan kelahiran tetapi ketika seseorang memelihara dan mengasuh dengan cara yang benar atau pun salah". "Samarat tidak pernah membedakan anak-anaknya,  setiap  anak didukung oleh Dharma dan Adharma dan didukung oleh hal yang lainnya, tapi yang mendukung Dharma menang, anak yang tidak adil ini telah meninggal, setiap anak dari keluarga kerajaan ini sangatlah kuat dan juga berkuasa, Jika mereka bukan merupakan musuh satu sama lain maka keluarga ini akan menjadi kuat sampai hari ini, bahkan tidak akan pernah ada yang dapat membayangkan jika itu bukan merupakan usianya yang masih muda, siapa tahu dia juga akan menjadi Samarat dari magdha suatu hari nanti,  tapi cara  dia telah  memilih cara yang  salah, hingga dia menemukan ajalnya".

Cahru datang ketika upacara pembakaran jasad Siamak dan semua prajurit yang telah tewas mengatakan  " Tidak! " Anak ku tidak bisa mati!". "Beraninya kau membakarnya?". Cahru mencoba untuk pergi dan mendekat pada tumpukan kayu, Radhagupta menarik Cahru kesamping tapi Charu meminta agar Radhagupta melepaskan dirinya, Cahru berkata " Anak ku tidak akan pernah bisa mati". Radhagupta mengatakan hal yang sebenarnya agar Cahru tenang "Itu bukanlah Sushima tapi jasad Siamak". Cahru tidak percaya dengan ucapannya dan menuntut untuk mengetahuinya "Apa yang Ashoka lakukan pada Sushima?". Sekali lagi Radhagupta meyakinkan dan menjelaskan pada Chru bahwa itu bukanlah Ashoka yang telah tewas tapi Siamak, membunuh Sushima,  tubuhnya belum di ketemukan". Cahru bertambah tidak percaya "Anak ku memiliki kekuatan yang sangat besar, dia tidak akan pernah bisa mati, tidak ada pedang yang dapat membunuhnya". Radhagupta menyarankan pada Cahru agar dia melihatnya sendiri "Aku masij akan mengatakan hal itu tapi itu akan sia-sia". Radhagupta bertanya pada Cahru "Lalu mengapa kau tidak mencari putra mu, seorang ibu pasti akan mencari dimana anaknya berada".

Ashoka berdoa agar ibunya membimbingnya, Devi pun juga berdoa untuk memiliki kekuatan yang cukup sehingga bisa mengikuti kewajibannya". Ashoka dan Devi berbali, tanpa menyadari sesuatu tiba-tiba saja Jagannath ada dibelakang dan menodongkan pedangnya pada Ashoka, Ashoka  berkata "Apa yang sekarang kau inginkan?". Jagannath mengatakan "Apa yang bisa kau berikan untuk kum, bahkan kau akan merebut kembali putri ku dari ku untuk selamanya". Ashoka dan Devi hanya terdiam. Ashoka bertanya pada Jagannath "Apa yang terjadi pada Kaurwaki?'. Jagannath mengatakan "Itu sungguh tragis bahkan kau tidak akan merayakan kemenangan mu dan aku akan terus meratapi kematian putri ku, kaulah alasan kematiannta!". Ashoka menggeleng "Itu tidak mungkin". Jaganntah berkata tentang apa yang terjadi "Kaurwaki melompat kedalam jurang, dia telah bunuh diri!". Wajah Ashoka begitu sangat terkejut.

Precap: Charu memberikan ramuan  obat untuk Sushim." Kau akan   memberikannya pada Bindu sementara ia sedang tidur,  Setelah dia bangun, dia akan segera mengikuti perintah dari orang yang ia akan lihat pertama setelah ia membuka matanya". Ashoka beretriak memanggil nama Kaurvaki di dekat jurang. Devi mengatakan  pada Ashoka " tidak ada cara untuk pergi ke sana". Ashoka melompat ke jurang. Devi teriakan namanya "Assssshooooooooooooka"
.

CAS 428 : ASHOKA MENCARI KAURWAKI DI HUTAN, KAURWAKI BERSEMBUNYI DI BALIK PEPOHONAN

Skrip Naskah Sinop : Jumat, 23 September 2016. KODE CAS 22.09

Ashoka masih di dalam gua, dia mendengarkan suara gelang kaki, bayangan seorang gadis datang wajahnya terturtupi oleh asap yang tebal dan gelap, gadis itu melangkah maju, Ashoka berfikir jika gadis itu adalah Kaurwaki, Ashoka berkata " Apakah yang kulihat ini benar?" Kau telah datang kesini untuk ku?". Gadis itu terus melangkah sampai cahaya terang menyinari, itu adalah Devi yang berlinang air mata "Bagaimana aku tidak datang, kau adalah suami ku setelah semua yang telah terjadi?". "Terima kasih dewa kau aman". Ashoka menghampiri Devi mengatakan "Ya, aku sempurna, aku baik-baik saja, seharusnya kau tidak datang kesini, kenapa kau berada disini?". Devi menjelaskan bawa dirinya baru datang ke sini, aku ingin sepanjang waktu besama dengan mu saja, aku terus berdoa untuk mu, aku telah menyentuh, merasakan setiap luka mu, aku merasakan rasa sakit mu". Ashoka berfikir jika dirinya salah "Bukan Kaurwaki yang telah menyelamatkan hidup ku". Ashoka  mengatakan pada Devi  "Yamraj menjadi kecewa ketika suami istri bersama". Devi tersenum dan kemudian memeluk Ashoka, namun Ashoka tidak membalas, Devi menyadarinya dan kemudian melepaskan pelukannya. Devi meminta maaf "Seharusnya aku tidak terbawa perasaan ku, seharusnya aku tidak melukaan batasan ku". Ashoka merasa menyesal karena tidak dapat melakukan apapun yang baik untuknya, Ashoka berkata pada Devi "Devi, aku merasa begitu sangat buruk, kau selalu merasa sakit karena ku, maafkanlah aku jika itu bisa". Devi bertanya pada Ashoka "Apa yang kau katakan?". Ashoka meminta pada Devi untuk menyeka air matanya " Pakian mu basah, maafkan aku". Devi besin ketika Ashoka mengenakan kain hitam milik Kaurwaki pada Devi. Ashoka memberikan kain hitam itu  pada Devi, Devi kembali bersin. Ashoka pergi keluar sehingga Devi dapat berganti baju.

Kaurwaki sedang berjalan membawa kendi berisi air, melwati jalan berlumpur dan dikejutkan batang pohon besar terjatuh di depan matanya, Kaurwaki begitu sangat terkejut. Kaurwaki meloncati batang kayu, hujan terus menguyur. Didalam gua, Devi menggunakan kain hitam yang telah Ashoka berikan untuk menutupi dirinya, Ashoka sedang mengumpulkan bebarap kayu untuk membuat keadaan Devi tetap hangat, Ashoka menoleh ketika Devi keluar dengan memaki kain berwarna merah tanpa perhiasan, mereka berdua saling memandang dan canggung. Devi tersandung dan Ashoka menangkapnya, meka saling memandang satu sama lain.

Sushim yang masih tergantung terbali mencoba untuk berontak, kemudian tiba-tiba saja tali terputus di plafon dan Sushim terjatuh kebawah. Didalam gua Ashoka dan Devi saling canggung, Devi sangat gelisah berfikir "Aku istri Ashoka, lalu mengapa aku begitu sangat ragu berada didekatnya?". Ashoka berfikir "Devi istri ku, aku telah berjanji pada ibu ku". Ashoka merapihkan jerami diatas tumpukan batu, petir mmenggelegar. Devi bilang pada Ashoka "Mungin hari ini hujan tidak berhenti". Ashoka berjalan kesamping Devi dan meminta agar Devi beristirahat digua. Devi merapihkan jerami di atas batu, lalu kemudian dia menjerit kesiktan tangannya tertusuk oleh duri. Ashoka menghampirinya dan memeriksa tangannya, Devi menangis kesakitan dan kemudian Ashoka mencabut duri itu dari jari tangannya, Devi menatap Ashoka ketika Ashoka meniupkan jari Devi yang terluka, dan memeluk Devi. Tanpa sengaja tangan Devi menyentuh luka di perut Ashoka, Ashoka kesakitan, lalu Ashoka menengkan Devi dan memeluknya kembali, disisi lain Kaurwaki kembali dan melihat Ashoka dan Devi berpelukan di depan matanya, Kaurwaki terkejut dan menjatuhkan kendi air. Kaurwaki mengingat pernikahan antara Ashoka dan Devi dan semua ucapan kemarahan Ashoka saat itu, Kaurwaki menyadari "Apa yang aku lakukan, Ashoka suami Devi, dan aku mencoba untuk datang diantra pasangan yang sudah menikah, ini dosa besar dimata masayarakat, dharma dan semua orang".
Ashoka dan Devi duduk, Devi duduk memegang tangan Ashoka dengan erat, Kaurwaki semakin sedih melihatnya dan memutuskan untuk pergi sebelun sesuatu yang tidak berse terjadi. Diluar gua sedang hujan deras, Kaurwaki berjalan dengan langkah gontai di hutan dia mengingat semua kenangan masa lalunya besama dengan Ashoka, Kaurwaki menangis dan mulai berlari menyusuri jalan berlumpur yang terus diguyuri hujan, Kaurwaki berlutut menjatuhkan dirinya dan menjerit "Assssshooooooooooook", Kaurwaki jatuh pingsan hujan membasahi tubuh Kaurwaki.

Keesokan paginya, Ashoka terbangun dari tidurnya, dia mendengar suara gelang kaki Devi. Devi sedang melangkah dan telah mengganti pakiannya, Ashoka memperhatikan ketika Devi menaruh kain hitam tersebut di atas batu, Devi mengambil kain dan mengambil obat dan mendekati Ashoka. Devi memberikan obat pada luka Ashoka dan kemudian menutupnya dengan kain, Ashoka sama sekali tidak melihat wajah Devi. Headband (hisasan dikepala Devi) terlepas tepat ditangan Ashoka ketika Devi akan memberikan obat pada luka di dadanya, Ashoka memberikannya kembali pada Devi tanpa melihat wajah Devi, Ashoka bangun, Devi mengatakan "Kau bisa berbagi rasa kahwatir mu pada ku". Ashoka berbalik "Maaf aku mengingat kaurwaki saat kau mengobati obat pada luka ku, aku merasa itu bukan diri mu tetapi Kaurwaki, ini bukan tentang sekarang tapi aku merasa begitu, itu akan terbukti benar"

Cahru kembali batuk darah, dia mencoba untuk menuangkan air. Cahru berilusi ketika itu Cahru tidak sanggup untuk menuangkan air, lalu teko terjatuh dan membuat kakinya berdarah, Cahru melihat mangkuk lalu dia ingin mengambilnya akan tetapi dia tersandung dan pisau mengenai dirinya, Cahru kemduain tersadar dari imajinasinya, cahru terkejut ketika semua barang berada dalam posisi semula. Cahru terkejut ketika melihat bayangan hitam  ada di tirai, Cahru memohon pada bayangan hitam itu untuk memberikannya waktu, Cahru menangis berkata sambil mengulurkan tanganya pada bayangan itu " Putra ku membutuhkan ku, semua orang berfikir dia telah matim  aku tahu itu tidak benar, anak ku sedang dalam masalah, aku harus bersamanya, aku tidak akan menyerah untuk hidup sampai aku tidak berhasil dalam tujuan ku!"

Devi dan Ashoka masih digua, Devi berkata pada Ashoka "Kau mungkin benar, aku menyembunyikan satu rahasia setelah kematian ibu mu, aku pergi menemui Kaurwaki ketika kau berada disini, itu penting baginya untuk mengetahui kebennaran". Kilas balik menampilkan pertemuan antara Devi dan Kaurwaki "Kebenaran tidak akan pernah bisa di rubah oleh siapapun kecuali ayah ku yang akan memisahkan mu dengan Ashoka, ibu sangat tidak berdaya dengan ramalan itu, ayah mu juga bermain perasaan, dia meminta magadha dipertaruhkan untuk pernikahan mu, ayah mu tahu jika diri mu akan membatalkan pernikahan saat ia datang mengetahui tentang kebenarannya, dan meolak cintanya". Kilas balik berakhir. Ashoka meyakinkan dirinya"Itu berarti hanyalah Kaurwaki saja, aku akan pergi untuk mencarinya, mungki dia belum pergi jauh, aku tidak punya waktu untuk berfikir mengapa dan untuk siapa dia mengambil keputusan ini, aku harus pergi, aku tidak bisa melihatnya kesakitan". Ashoka berjalan saat ornamennya terjatuh, Devi mengambilakannya, Devi mengatakan "Semuanya bisa selesai tapi tidak dengan cinta sejati, nyatanya Ashoka mencintai Kaurwaki, bukan diriku". Disisi lain, Jagannath memrintahkan prajuritnya untuk tidak gagal dalam menjalankan perintahnya, lalu Jagannath mendengar suara seorang pria memanggil Kaurwaki untuk keluar.

Ashoka sangat sedih mencari Kaurwaki dihutan, Kaurwaki tersentak kaget ketika namanya dipanggil "Kaurwakiiiiiiiiiiiiiiiii" Kaurwaki berakata " Bagaimana ini Ashoka tahu  aku berada disini?m Aku tidak akan mebiarkannya menemukan ku atau aku tidak akan pernah mampu untuk mengendalikan diri ku". Kaurwaki berlari bersembunyi dan mengintip kearah Ashoka di balik pohon, Kaurwaki begitu sangat cemas "Aku tidak akan membiarkan mu menemukan ku atau kau tidak akan pernah lagi bisa melihat ku, tidak akan pernah!". Ashoka terus mencari Kaurwaki, dan melihatnya berlinang air mata, Ashoka menjeit memanggil namanya, namun Jagannath dan Kewalnath melihanya, Jagannath marah mengatakan "Putra pelayan!"


Precap: Ashoka dan Devi bersama. tanpa sepengatahuan mereka, Jagannath  berdiri dibelakangnya dan mengarahkan  pedangnya pada Ashoka. Ashoka bertanya pada Jagannath " apa yang dia inginkan". Jagannath mengatakan "apa yang bisa kau berikan untuk ku, bahkan kau akan merebut  menyambar aputri ku dari ku untuk selamanya"

Kamis, 22 September 2016

CAS 427 : KEMATIAN SIAMAK DI TANGAN ASHOKA, LASENDRA BERTERIMA KASIH PADA ASHOKA KARENA TELAH MEMBANTUNYA BALAS DENDAM

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016. KODE 21.09


Siamak sampai ketempat yang aman dan melarikan diri dari kemarahan Ashoka  dan menutup pintu, Siamak panik penuh dengan keringat dan dia mengusap keringat di wajahnya dengan menggunakan tangannya, Siamak panik melihat kesekeliling ruangan, ternyata dia menemukan Ashoka sedang duduk di atas tangan dengan memegang rantai dan pedang di tangannya. Kilas balik ketika Ashoka melemparkan rantai pada sebuah tuas dan kemudian membuka kunci yang telah menjebak kakinya, Kilas balik pun berakhir. Ashoka berkata pada Siamak "Kau melakukan semua ini hanya untuk mendapatkan tahta, tapi ini hanyalah mimpi mu, aku akan sangat senang setelah membunuh mu, setelah melihat kau begitu dengan mimpi mu". Siamak mengatakan pada Ashoka "Aku sudah membunuh salah satu anak dari Magadha dan aku akan membunuh mu dan Yunani kemudian akan memerintah Magadha, Yunani akan memerintah seluruh india". 

Siamak mengambil sebuah pedang, Ashoka bergegas melompat dengan memijakkan kaki pada karet merah dan kemudian menangkis serangan pedang dengan rantai yang melilit di tangannya, Ashoka menghitung semua pukulan yang dilakukan oleh Siamak dan memepringatkan semua kesalahannya dan juga keluarganya kilas balik ditampilkan di masa laliu Ashoka ketika berkalo-kali helena berusaha untuk mencelakai Samart Bindusar dengan anak panah, dan ratu Helena tega mencambuki ibunya ketika mengandung Vitaashoka, dan ketika Siamak ikut dalam pembantaian Cahanakya Ashoka terus menghajar Siamak dengan menggunakan rantai, dan perlakuan kejam yang dilakukan oleh komplotannya ketika mengusir ibunya dari istana, Ashoka begitu sangat marah dan kemudian memukul kepala Siamak sehingga dia jatuh tersungkur diatas meja, Siamak mengambil taplak meja dan menutup wajah Ashoka lalu berhasil untuk melarikan diri, Ashoka berteriak "Aku adalah kematian mu, jalankan pengecut". 

Di tahanan, Mahamatya panik saat mendengar suara kemarahan Ashoka, Mahamatya mengatakan "Selamatkan kami, kematian kami akan datang". Mahamatya mencoba untuk membuka tali yang mengikat kedua yangannya dan dia berhasil untuk membuka dan melarikan dirinya meskipun Sushi meminta dirinya untuk berhenti, tapi Mahamatya hanya tertawa dan di bergegas berlari.



Siamak berlari sampai ke tempat gudang makanan, dia bersembunyi di balik lemari, Ashoka datang untuk mencarinya dan kemudian Siamak berhasil untuk menghajar Ashoka, namun Ashoka berhasil untuk menangkis dan memukul Siamak, dan Siamak kembali menangkis dan membalas Ashoka, Ashoka mengingat tentang sketsa kalung yang diberikan oleh perajin perhiasan dan menemukan batu permata itu di sisa abu ibunya, dan kemudian memelintir tangan Siamak, Ashoka berkata pada Siamak "Aku tidak bisa menyelamatkan ibu kum tapi aku akan menyimpan impian ibu ku, aku tidak akan menyayangkan siapapun yang akan mencoba untuk melihat mata yang jahat di tanah air ku". Ashoka mendorong Siamak hingga jatuh tersungkur dilantai dan kemudian menekan tenggorokannya dengan menggunakan
lututnya hingga Siamak kesulitab bernafas, Ashoka mencengkram leher Siamak, Ashoka menambahkan "Kau memiliki menit terakhir untuk memeikirkan semua kesalahan atau ketidakadilan yang telah di lakukan pada Naicator, Mirkhurasan, ibu suri Helena, terhadap Rani Noor (Ibunya) dan terhadap Pangaran Jaustin (Ayahnya), aku akan melakukan hal yang sama untuk mu sekarang, semakin keras cengkraman itu dan membuat Siamak akhirnya mati di tangan Ashoka, Siamak mati dengan mata terbelalak dan Ashoka melepaskan benang merah di tangannya dan pergi meninggalkan benang itu di atas jasad Siamak, dan meninggalkan batu permata milik Siamak, Ashoka berjalan keluar dari sana.

Radhagupta, Lasendra dan pasukan Magadha melihat kondisi di sekitar, banyak mayat yang bergelimpangan, mereka bertemu dengan Ashoka. Ashoka berkata "Balas dendam atas kematian ibu ku telah selesao, aku sekrang harus memenuhi impian ibu ku, maka hanya akan menjadi jiwa untuk ibu ku dan jiwa Acaharya Cahanakya untuk damai". Radhagupta meminta Asoka beristirhat untuk sementara waktu, tapi Ashoka ingin agar Radhagupta mengatur upacara terakhir untuk Martir Magadha, Ashoka meminta kompensasi untuk keluarga mereka

Sushima masih digantung terbalik, sementara itu dia melihat jasad Siamak yang telah mati, Kata-kata Ashoka terus bergema di kepala Sushim "Dia begitu sangat terkejut melihat cinta Ashoka terhadap keluarganya, aku tidak akan memberi tahu ayah tentang rahasia besar ini untuk keselamatan ku, sekarang mungkin akan menyakitkan tetapi aku akan mendapatkannya lebih, kau sudah membunuh Siamak tapi kau tidak akan bisa membunuh diri ku, aku akan memenangkan perang ini!".

Ashoka juga meminta pada Lasendra untuk memastikan agar semua prajurit Yunani yang telah tewas diberikan upacara terakhir yang tepat, Lasednra mengucapkan terima kasih karena Ashoka telah membantunya membalaskan dendam, Lasendra mengatakan "Aku akan memastikan India dan Yunani akan menulis sejarah persahabatan baru". Lasednra pergi bersama 4 orang prajurit. Radhagupta bertanya pada Ashoka "Apa yang harus di lakukan dengan jasad Siamak, apakah dia harus di gantung di Takshsila atau kau ingin jasadnya dikirm ke Magadha?". Ashoka berkata "Dia harus diperlakukan yang sama seperti para prajurit lainnya". Radhagupta kembali bertanya "Mengapa begitu?". Ashoka menjawab " Ibunya tidak akan mungkin hidup tapi cita-citanya masih ada dalam diri ku, jika sesorang telah mati maka dia akan mendapatkan semua hak-haknya, ayah ku berfikir dan menganggak jika Siamak anaknya, ayah ku akan sangat terluka jika upacara terakhir Siamak tidak akan terjadi dengan mengikuti semua ritual, aku tidak mau melakukan Adharma apapun". Radhagupta memberkati Ashoka agar dirinya selalu menjadi seperti itu. Ashoka hanya mengangguk, Ashoka akan pergi ketika Radhagupta akan bertanya pada Ashoka "Shim, dimana dia pergi?". Ashoka mengatakan "Masih ada satu hal yang tersiasa untuk dilakukan". Ashoka pergi dan Radhagupta hanya memandangi Ashoka.

Keesokan malamnya, Radhagupta datang besama dengan prajurit, dia memerintahkan pada prajuritnya untuk memeriksa setiap kamar "Ambil siapa saja yang terluka, hidup atau mati". Sementara Sushima yang masih tergantung terbalik berfikir bahwa dirinya harus melarikan diri dari sana "Aku pasti akan mati jika Radhagupta melihat ku, Khaalatak bodoh dia telah pergi!"

Ashoka pergi menunggangi kudanya, dia telah mengubur semua kenangan Kaurwaki, Ashoka mengingat ketika Kaurwaki datang untuk menolongnya, Ashoka meminta pada kudanya untuk membawanya ke gua itu "Aku ingat jika sekarang aku telah menikahi Devi, aku ingat dengan semua janji yang telah ku buat untuk ibu ku, aku hanya ingin bertemu dengan Kaurwaki jika memang itu benar-benar dirinya, aku hanya ingin bertemu dengannya sekali saja untuk berterima kasih". Kaurwaki sedang gelisah mondar-mandir di dalam gua an terus berdoa untuk Ashoka, Kaurwaki mengatakan "Mengapa aku merasa jika Ashoka akan datang kesini untuk menemui ku?". "Aku tahu cinta kami telah berakhir dalam pernikahan itu, tapi aku masih mau bertemu dengan dirinya untuk terakhir kalinya?". Kaurwaki mulai cegukan "Mengapa aku merasa Ashoka sedang memikirkan diri ku?". Kaurwaki mencari air minum, tapi menemukan jika kedi air telah kosong, Kaurwaki berkata "Bagimana jika Ashoka datang kesini hanya untuk meminta air?". "Aku harus mencari air". Kaurwaki pergi keluar gua.

Radhagupta datang bersama dengan pasukannya untuk melihat jasad Siamak, Radhagupta berkata pada prajurit untuk mengambil jasad Siamak keluar. Parjurit mematuhi. dan mengangkat jasad Siamak dengan tandu Sushima yang masih tergantung terbalik nampak tegang. Radhagupta mulai mencurigai sesuatu dan kemudian seorang prajurit lainnya datang untuk memberitahunya tentang kedatangan Devi,  Radhagupta melangkahkan kakinya namun dia berhenti untuk memastikan kecurigaannya, dan kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

Radhagupta meneui Devi, dan bertanya padanya " Mengapa kau ada disini?". Devi menjawab "Itu akan baik bersama dengannyya, bukannya mati karena semua kekahwatiran ku, aku merasa seolah-olah sesuatu yang salah terlah terjadi, dimana Ashoka?".





Ashoka sampai digua, namun dia menemukan gua itu telah kosong, Ashoka menemukan belati yang sama dengan bercak darah di atasnya. Ashoka mengingat pada sesorang yang saat itu menggunakan belati itu dan menaruhnya pada luka untuk membantu menyembuhkannya Ashoka melihat wajah itu samar-samar dalam setengah kesadarannya, Ashoka juga menemukan kain berwarna hitam disana yang ketika itu digunakan Kaurwaki untuk menutupi wajahnya, Ashoka menutup memejamkan matanya mengatakan "Aku sekarang yakin jika itu jhanya Kaurwaki yang telah menyelamatkan ku, aku tidak tahu mengapa aku merasa kau berada didekat ku.
Kaurwaki sedang berdiri di dekat sungai seorang diri, dia menatap bulan, tiba-tiba petir terjadi dan hujan turun, Kaurwaki mengingat kendi air dan mengambil air disungai dan kembali ke gua. Sementara itu, Ashoka yang masih ada didalam gua memeriksa seluruh gua tapi tidak dapat menemukan Kaurwaki, saat itu Ashoka mendengarkan suara gelang kaki, bayangan seorang gadis datang wajahnya terturtupi oleh asap yang tebal dan gelap, gadis itu melangkah maju, Ashoka berfikir jika gadis itu adalah Kaurwaki, Ashoka berkata " Apakah yang kulihat ini benar?" Kau telah datang kesini untuk ku?". Gadis itu terus melangkah sampai cahaya terang menyinari, itu adalah Devi yang berlinang air mata "Bagaimana aku tidak datang, kau adalah suami ku?"



Precap: Devi mencoba untuk menyingkirkan jerami di dalam gua,   ketika itu tangannya terluka terkena duri, Devi menjerit kesakitan, Ashoka mencabut duri itu dan memeluk Devi, Kaurwaki sampai di depan gua dia terkejut dan menjatuhkan kendi  air  

Rabu, 21 September 2016

CAS 426 : KAURWAKI MENCEMASKAN KEADAAN ASHOKA, ASHOKA DAN SIAMAK SALING BERDEBAT TENTANG IBU MEREKA DAN MENYALAHKAN SAMRAT BINDUSAR

Skrip Naskah Sinop rABU, 21SEPTEMBER 2016. KODE CAS 20.09

Antiocus dan Lasendra bangun. Lasendra memperbaiki perhiasan dan rambutnya, Antiocus menodongkan belati dari belakang pada leher Lasendra dan menyerahkan belati itu di tangan Lasendra. Antiocus mengatakan "Kau sedang mencari kesempatan untuk membunuh suami mu". Lasendra tampak tegang.



Siamak datang menemui Sushima, dan bertanya pada Sushima "Apa yang sedang kau pikirkan, aku tidak hanya akan membuat Ashoka merasa kehilangan tapi aku juga akan membunuhnya!". Siamak mengeluarkan pedangnya dan bergerak menghampiri Sushim, mata Mahamatya terbelalak dan cemas. 




Prajurit Magdaha dan Radhagupta begitu sangat lega ketika melihat Ashoka telah kembali bersama dengan kudanya, mereka semua terkejut mengetahui keadaan Ashoka masih hidup. Ketika Siamak akan menyerang Sushima dengan pedangnya, ia dikejutkan dengan suara Sorak sorai "Jai Janani". Siamak melihat kesekeliling. Diluar, Ashoka sedang bertemu dengan pasukannya mengatakan " Setiap orang harus mati, tapi jika kau tidak akan berjuang untuk penyebab yang tepat dan tanah air mu, maka kau akan mati dengan rasa malu.. malu, ini adalah tanah air kita, ibu pertiwi kita, ibu kami, kau tidak akan memaafkan orang yang menyerang ibu ku, ibu pertiwi ku". Ashoka melepaskan pakaian perangnya dan membuangnya mengatakan "Sekarang mereka yang akan hidup atau aku, aku akan masuk kedalam istana untuk melawan, , aku akan menang seperti pejuang pemberani atau akan mati bejuang untuk tanah air ku, aku akan membuat keputusan, dan kalian semua akan memutuskan apa yang kau inginkan". Ashoka mengambil pasir dan mengusapkan seluruhnya ke bagian dada dan bersorak sorai "Jai Janani". Semua prajurit pun bersorak " Jai Janani", dan semua prajurit Magadha juga ikut bersorak sorai

Antiocus mendengarnya suara Ashoka dan pasukan Magadha bersorak sorai, mengatakan " Apa itu?" Lasendra menjawab " Kematian akan  menuju ke arah mu, kau menyelamatkan pembunuh ibunya (Ashoka), bersiaplah untuk mati sekarang"   Antiocus menusuk dan berjalan keluar.Antiocus memukul kepala Lasendra hingga membuatnya pingsan dan meninggalkan Lasendra yang tidak sadarkan diri.


Sushim mengatakan pada Siamak "Siamak, bebaskan aku, kau tidak bisa menang melawan Ashoka sendiri, aku akan membantu mu". Dengan sombongnya Siamak menolak tawaran Sushima untuk percaya pada Indiia "Aku tidak pernah bisa melakukannya, lalu bagaimana jika kemudian kau akan berpihak pada Ashoka setelah itu?" Aku sudah melihat kecurangan mi sejak kecil, hanya hitungan napas mu yang tersisa untuk tinggal disini, aku akan kembali melihat mu setelah aku selesai berurusan dengan Ashoka. Siamak pergi meninggalkan Sushim, sementara itu, Mahamatya berguam "Kaal (Kematian) mu sedang menuju kearah mereka sekarang"


Siamak melihat Ashoka bersama dengan pasukannya dari atas benteng, Siamak berfikir tentang kata-kata Helena "Aku tidak pernah percaya mereka (Ashoka, Dharma dan juga bayinya yang belum lahir) sudah mati sampai aku melihat mayat mereka dengan mata ku". Siamak marah berteriak memanggil nama Ashoka ketika Ashoka dan pasukannya besama dengan Radhagupta berjalan menuju pintu gerbang "Ayo apa yang mungkin, Ashoka tidak harus datang kedalam". Ashoka mendorong pintu dengan kakinya, dan membunuh semua prajurit yang menghadang jalannya, Antiocus melangkah maju "Jadi  kau orangnya, untuk siapa Chaanakya mati?" Kau terlalu bodoh untuk melihat mimpi yang bodoh, hari ini aku akan menyelesaikan mimpinya hari ini". Ashoka menjawab "Kaulah yang akan mati hari ini, anak dari ibu pertiwi ini masih hidup, apa yang kau inginkan tidak akan terjadi". Antiocus menantang Ashoka untuk berkelahi "Jika aku mati maka kau pasti akan menang". Mereka terlibat dalam pertarungan pedang, Ashoka berhasil memukulnya ketika dia menangkis serangannya. Antiocus berhasil meraih tangan Ashoka dan memlintirnya sehingga melempar pedang di tangannya, Ashoka terdorong jauh sementara itu Siamak tersenyum senang, Ashoka mengembalikan posisi tangganya sendiri, Ashoka berkata "Kau Yunani harus belajar ini dari kami". Ashoka berteriak "Jai Janani" dan menyerang Antiocus dengan menyerang kepalanya yang botak, Antiocus langsung berlutut dan Ashoka akan menyerangnya kembali dengan pedangnya, Antocus mengatakan pada Ashoka "Mohon maafkan aku, aku tidak mempunyai permusuhan pribadi dengan mu, aku berjanji akan kembali ke Yunani bersama dengan pasukan ku, aku akan menjamin tidak akan ada lagi Yunani yang akan melihat India". Siamak tampak mulai kecewa.


Ashoka mengatakan pada Antiocus "Kau jangan khawatir, aku tidak akan membunuh mu, kau bukan milik ku tapi pelakunya orang lain". Komandan Magadha berhasil mengalahkan pasukan Yunani begitu juga dengan Radhagupta. Ashoka bergeser kesamping, Lasendra berdiri di sana dengan memegang pedang di tangannya, Lasendra meningat ketika seorang prajurit Yunani memanah mati suaminya dan kemudian membunuh Antiocus dengan menebaskan pedang ditangannya kewajahnya dan Antiocus pun terjatuh bersimbah darah, dan menjerit kesakitan sementara itu Siamak menonton segala sesuatunya dari kejauhan di atas benteng, Lasendra menjerit menumpahkan kemarahannya bercak darah Antoicus terciprat di wajahnya, Siamak mengingat dengan menghubungkan semua titik ketika Rajamata Helena meningga di tangan Ashoka dan itu sesuai dengan ide Lasendra. Siamak menyadari akan sesuatu mengatakan "Itu perangkap untuk ku bersama Ashoka, aku tidak menjebaknya, sebagai gantinya dia telah menjebak ku". Lasendra menangis menatap kematian Antiocus.


Kaurwaki masih didalam gua mengatakan "Aku punya keyakinan penuh, Ashoka akan menang dan datang kesini untuk kembali mencari ku, aku menyalakan lilin diya atas namanya dan selalu berdoa untuk kesejahteraannya selama bertahun-tahun, sekarang Ashoka sudah menikah dengan orang lain, apakah ini akan tepat bagi ku untuk tetap menunggunya?". "Meskipun begitu Aku tidak memiliki pilihan lain, jika aku pergi hari ini maka aku akan berfikir tentang konsekuensi dari apa yang akan terjadi seandainya aku hari ini tinggal disini, aku tidak bisa kembali". Kaurwaki menangis.

Di koridor istana, Devi mengatakan pada prajurit "Aku tidak bisa tinggal disini, aku harus bersama dengan Ashoka jika dia terluka, aku telah bersumpah untuk melindunginya". Prajurit hanya mengangguk. Devi pergi, kemudian Samrat Bindusar datang, parajurit juga berbagi cerita dengan Samarat tentang keinginan Devi, Bindusar tidak merasa bahwa keinginan Devi salah, Binusar mengatakan "Itu wajar bagi seorang istri  untuk peduli pada suaminya, kami akan menipunya untuk menghentikannya". 

Ashoka pergi mengejar Siamak setelah dia memberitahu pada Radaguptha, Ashoka kehilangan jejak Siamak, Siamak bergegas untuk memutar / memiringkan sebuah lukisan yang tertempel didinding dan kemudian pintu rahasia terbuka, Siamak segera masuk kedalam jalan rahasia, Ashoka melihat keadaan sekitar dab menyadari jika lukisan di dinding miring lau menyentuhnya, pintu jalan rahasia kembali terbuka dan masuk kedalam jalan rahasia, Ashoka menyusuri jalan dan menemukan bercak darah dilantai dan mengikutinya, Ashoka mengikuti jejak darah itu dan kemudian mengusapkan tangannya dan mencium bercak darah itu, Ashoka menyimpulkan "Ini bukan darah manusia, berarti Siamak mencoba untuk menipu ku". Ashoka berteriak memanggil Siamak dan berputar-putar mengamati situasi, dan tanpa sadar  kaki Ashoka terjebak pada sebuah perangkap, Ashoka terjatuh. Ashoka mecoba melepaskan kakinya mengatakan "Siamak, jika kau pikir kau dapat mengalahkan aku dengan kecurangan mu maka kau keliru, tidak ada perbudakan yang cukup kuat untuk menghentikan seorang anak untuk membalaskan dendam kematian ibunya".

Siamak datang menemui Ashoka dan mengatakan " Bukan hanya kau saja yang telah kehilangan ibu mu Ashok, aku juga telah kehilangan ibu ku, kau membunuh ibu ku dan aku membunuh ibu mu, sekarang kita impas".Ashoka menghantam pengunci kakinya dengan batu, Ashoka menjawab "Kematian ibu mu adalah kesalahan, aku tidak pernah berniat untuk melakukannya". ,  Siamak membenakan Sikap Ashoka. Ashoka menyebut jika Rani Noor seorang penghianat, tapi Siamak menolak untuk menerimanya "Ibu ku mencintai samrat, tapi samrat tidak pernah mencintainya, lalu mengapa dia mau menikahi ibu ku jika samrat tidak mencintainya, ibu mulah yang telah menjadi wanita kedua, ibu mu telah menghancurkan ibu ku!". Ashoka berteriak marah "Siaaamaaak". Ashoka berteriak kesaikitan, Siamak mengatakan "Jika kau terjebak seperti ini dan tidak dapat menemukan jalan keluar maka bagaimana perasaan mu, itu sama seperti ketika Rajamata Helena dipaksa untuk menikahi Cahndragupta". Ashoka mencoba memberikan semua faktanya, lalu Siamak bertanya tentang cinta Ashoka dengan Kaurwaki "Bagaimana rasaanya ketika kau tidak mendapatkan cinta sebagai balsannya?". Kau pikirkan apa  yang telah dirasakan oleh ibu ku, tapi Bindusar tidak pernah memberikan apapun pada sudaranya?". Ashoka berbalik bertanya tentang pangeran Jautin "Apakah Justin telah mmemenuhi tugasnya sebagai seorang ayah, jika dia melakukan itu maka dia tidak akan mencoba untuk membunuh ayah, dia tidak akan pernah jatuh cinta dari salah satu istri ayah ku". Siamak menyebut jika itu sebagai cinta.  Ashoka mengatakan "Kau dapat memahami orang lain ketika dalam kondisi ekstrim, kami mempunyai contoh tentang ibu mu dan tambang, ibu ku pergi dengan melalui begitu banyak rasa sakit dan masalah karena ayah mu, tapi haruskah dia juga harus menjadi pembunuh seperti ibu mu?". Dia tidak begitu, ibu mu hanya satu, dia memaafkan semua orang, apa yang dia dapatkan sebagai imbalannya?' Tapi kau membunuh seorang wanita dalam tidurnya, kau pengecut !". Siamak menyalahkan jika semua itu adalah kesalahan Bindusar sehingga membuat ibunya tidak berdaya, Siamak mengambil lantai yang terletak di dekekatnya dan mencambuki Ashoka dengan rantai.

Kaurwaki masih bingung memikirkan kondisi Ashoka "Ini dapat benar-benar berbahaya baginya, tolong selamatkan dia dewa". Siamak masih mencambuki Ashoka dengan rantai, Ashoka menangis menyilangkan kedua tangannya dan berfikir ketika ibunya datang untuk terus memeluknya saat dirinya dimasa kecil dirantai. Siamak terus memukuli Ashoka dan kemudian Ashoka menarik rantai dan membawa Siamak dekat dengan dirinya "Kau penegcut". Ashoka mencekek lehernya namun Siamak memukul luka Ashoka dan melarikan diri, Ashoka masih terjebak sementara Siamak berhasil melarikan diri ketempat yang aman. Siamak mengusap wajahnya dari keringat diwajahnya lalu berbalik dan terkejut ketika melihat Ashoka duduk di tahta dengan memegang rantai di tangannya.
Precap: Ashoka membunuh Siamak berpikir tentang semua cara Siamak menyakiti semua orang yang sangat dicintainya, lalu kemudian Ashoka menvcekik Siamak, Siamak tewas dengan mata terbelalak ditangan Ashoka.

Selasa, 20 September 2016

CAS 425 : ASHOKA MASUK KEDALAM BENTENG PERTAHANAN SIAMAK DAN TERTEMBUS PANAH RAKSAKSA DARI PASUKAN PRAJURIT YUNANI, KAURWAKI MENGOBATI ASHOKA

Skrip Naskah Sinop Selasa, 20 Sepetember 2016. Kode CAS 19.09

Ashoka, membakar ujung mata anak panah engan api dan kemudian melepasakan anak panah pada bendera biru milik Siamak, Siamak begitu cemas dan bendera terbakar. Beberapa orang prajurit berkumpul, Ashoka berlari dan naik keatas prajurit hingga sampai di atas benteng pertahanan Siamak dan mengalahkan dua orang prajurit Yunani, lalu membuang bendera Siamak yang telah terbakar menggantinya dengan Bendera merah dengan simbol kepala singa, Ashoka begitu sangat marah memanggil nama Siamak, dan melempar dinding pembatas. Parjurit Yunani datang untuk menyerang dan Ashoka mengalahkannya, Satu orang prajurit Magadha yang ketika itu berbicara dengan Ashoka di pinggiran Takhshila mengatakan "Parajurit lainnya akan membka pintu gerbang". Beberapa prajurit kemudian berusaha mendobrak pintu gerbang dengan menggunakan batang pohon besar, sementara itu beberapa prajurit Yunani berusaha untuk tetap memeprtahankan pintu gerbang agar tidak bisa di buka paksa. Beberapa prajurit lainnya di atas benteng kembali melepaskan anak panah mereka, ribuan anak panah melesat menyerang semua prajurit Magadha, beberapa prajurit menankis serangan dan beberapa prajurit mati di tempat, Ashoka berfikir "Aku tidak bisa melihat prajurit ku mati dengan cara seperti ini, aku harus membuka pintu gerbang dari dalam". Ashoka turun dan tepat berada di hadapan beberapa prajurit Yunani yang sedang mempertahankan pintu gerbang, Siamak mengumumkan serangan ketika Ashoka melompat kebawah untuk dapat melihat Ashoka, prajurit berbalik dan melakukan serangan, mereka terlibat dalam pertarungan pedang. Komandan Yunani memerintahkan pada prajuritnya untuk berhenti, komandan mengatakan "Sekarang dia adalah mangsa, kau harus bertarung dengan ku, kalahkan aku untuk dapat membuka pintu gerbang atau kau lebih baik lari seperi ayah mu". Ashoka meminta agar komandan Yunani itu terlebih dahulu maju untuk menyerangnya, mereka sama-sama berlari dan akan menyerang namun Ashoka dapat membunuh komandan hanya dalam satu detik dengan menggunakan pedang Cahndraguptanya, darah segar menetes dari mulutnya dan membuat Siamak sangat marah, semua prajurit Yunani melarikan diri dan Ashoka dapat membukakan pintu gerbang untuk prajuritnya, mereka semua bersorak sorai "Jai Janani" dengan serempak, dan semua prajurit berlarian masuk kedalam. 

Siamak nampak gelisah tidak bisa melihat para prajurit Yunani berada di dekat Takshsila. Siamak berkata "Aku lebih baik melarikan diri dari sini". Siamak bersama dengan prajurit Yunani meninggalkan benteng, sementara itu Sushim masih  tergantung terbalik, Mahamatya dan Sushim melihat Siamak sedang berusaha untuk melarikan diri, Mahamatya masih terikat di pilar mengatakan pada Sushim "Ashoka akan membuat kami akan kehilangan, sangat mudah untuk melarikan diri dari Siamak tetapi bukan Ashoka, dia memiliki nama dan nama kami sudah ada dalam daftarnya, aku sudah bilang pada mu untuk jangan pergi ke Takshsila tetapi kau tidak mau mendengarkan ku, aku merasa untuk pertama kalinya jika Chanakya benar, aku telah menaruh uang ku pada orang yang salah, Ashokalah pemenangnya sejak awal, aku juga akan kehilangan kehidupan ku hari ini karena mu, tidak akan ada satu orang pun yang akan dapat menghentikannya hari ini".

Ashoka membunuh semua tentara yang melangkah di jalannya. Ashoka berteriak ""Aku adalah Kaal (kematian)"  Siamak. Tidak ada yang bisa melarikan diri Kaalnya". Ashoka mengingat kematian Chanakya dan juga kematian ibunya. Ashoka mengatakan "Orang yang zalim selalu mengambil bantuan dari tempat gelap. bahkan mereka tidak tahu akan bayangan mu meninggalkan yu dalam kegelapan, keluar..., tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu dari Kaal (kematian) mu hari ini, aku hanya akan menunggu mu disini". Ashoka menghabisakan waktu hingga keesokan harinya, Siamak datang kesana kerana tidak sengaja, dengan sangat penuh amarah Ashoka menatapnya dan mengingat ketika dirinya mencari tahu tentang batu permata putih, Siamak bergegas untuk berlari menghindari Ashoka dan menyelamatkan dirinya, namun Ashoka mengejarnya dibelakang, Siamak sampai di luar Ashoka terus berteriak memanggil namanya dengan penuh kemarahaan, mereka terlibat pertarungan, Ashoka terus menghajar Siamak, dan mencengkram kepala Siamak dan menjedotkannya kedinding batas benteng, Siamak berusaha melakukan perlawanan, namun Ashoka memukulnya berkali-kali, dan memegang tenggorokannya. Ashoka berkata pada Siamak " Siamaaak..., Aku harus membuat mu kesakitan seperti apa yang telah kau lakukan pada ibu ku". Ashoka mencekek tenggorokan Siamak, Siamak memohon belas kasihan  pada Ashoka, tapi Ashoka menolaknya "Ini hanya kemungkinan akan selesai hanya dengan ibu ku saja". 

Diluar benteng, ribuan pasukan Yunani telah bersiap diluar, Antiocus memerintahkan pada prajuritnya untuk menembak dan mewajibkannya, anak panah raksaksa melesat dan kemudian menusuk Ashoka dari belakang, Antiocus tertwa sangat senang ketika dia melihat tembakannya tepat pada sadarannya, Ashoka kesakitan. Komandan prajurit Magadha mencemaskan pangeran Ashoka ketika ia ikut bertarung melawan pasukan Yunani "Pangeran Ashoka". Siamak mencoba untuk membebaskan dirinya dari cengkraman tangan Ashoka, parjurit Yunani menggulung tali yang menghubungkan anak panah, Ashoka terjatuh kebawah dan tidak sadarkan diri, Antiocus begitu sangat gembira melihat keadaan Ashoka ketika prajuritnya menarik tali dan menyeret Ashoka, komandan Magadha mengatakan " Jika pasukan tidak melarikan diri itu akan sia-sia"

Saat itu, seorang yang tidak doketahui jenis kelaminnya datang dengan menunggangi kudanya dan melepaskan ledakan saat Ashoka hampir sampai pada Antiocus, Asap tebal pun mengepul, dan  orang itu kemudian menarik Ashoka pada kudanya dan melarikan diri membawa Ashoka. Antiocus dan pasukannya terlihat kebingungan. Orang yang sama ketika menolong Ashoka mencemaskan keadaan Ashoka yang terbaring lemah, dia membakar belati dan kemudian menempelkannya pada luka di perut Ashoka, Ashoka menjerit kesakitan. Sekali lagi dia membakar belati dan menempelkan belati yang telah di bakar pada luka Ashoka untuk mencegah terjadinya infeksi, Ashoka meronta kesakitan dan cadarnya terlepas dari wajahnya ketika Ashoka memberontak kesakitan, itu adalah Kaurwaki, Ashoka melihat dirinya dan Ashoka pingsan. 


Radhagupta datang besama dengan sisa pasukannya, mengatakan pada prajuritnya untuk menunggu "Aku melihat para prajurit yang telah datang besama dengan Ashoka melarikan diri dari tempat itu". Radhagupta mempertanyakan mereka tentang Ashoka. Komandan pasukan Magadha untuk menyelematkan diri dan beberapa orang pasukan datang menemui Radhagupta namun mereka berlarian, komandan menceritakan musaibah yang terjadi pada Ashoka pada Radhagupta, Radhagupta  ingin tahu kemana Antiocus membawa Ashoka lalu prajurit tidak tahu.

Kaurwaki memberikan obat herbal pada luka Ashoka, dan Ashoka masih berbaring kesakitan. Ashoka berguam menmanggil ibunya, Ashoka terus berguam "Dialah pembunuh ibu ku, biarkan aku pergi". Ashoka berusaha untuk bangkit, Kaurwaki menghentikannya dan menaruh kepala Ashoka di pangkuannya.  Ashoka ingin membunuh pelaku pembunuhan ibunya, Kaurwaki menangis melihat kondisi Ashoka, Kaurwaki mengatakan pada Ashoka " Kau akan membalas dendam atas pelaku pembunuh ibu mu Ashok, kita akan membalas dendam". Ashoka dalam keadaan setengah sadar, Kaurwaki pergi membawa gelang. 

Radhagupta menyesal "Aku gagal guru ji, aku telah gagal Ashoka, lalu bagaimana aku bisa meminta maaf pada ibu pertiwi ku?". 








Siamak dan Antiocus minum bersama-sama, Siamak berterima kasih atas bantuannya yang telah datang tepat waktu. Antiocus memuji Siamak atas apa yang telah di lakukannya untuk Yunani. Antiocus mengatakan pada Siamak "Cahndragupta dan Chanakya menutup pintu ini dan menjauhkan Yunani dari Magadha, dan kau telah membukanya dan memberikan akses untuk ke Magadha, Yunani akan memerintah India, Yunani akan selalu berhutang pada mu, kau sudah melakukan apa yang tidak pernah bisa dilakukan oleh nicator dan Helena". Lasendara mendengarkan pembicaraan mereka berdua, Lasendara berfikir "Ashoka telah hilang, aku sudah kehilangan harapan terakhir ku, bagaimana aku akan balas dendam atas kematian suami ku?".

Antiocus membawa Lasendra untuk ikut bergabung dan memujinya "Tidak akan mungkin terjadi tanpanya, dia harus mendapatakan penghargaan  untuk itu, dia harus menghabiskan waktu bersama dengan orang  yang akan memerintah India di masa depan". Antiocus mengatakan "Tidak akan yang dapat mungkin terjadi  pergi bersama dengan Lasendra dan meninggalkan Siamak. Siamak memutusakan dan memastikan untuk hidup Sushim agar melihatnya duduk disinggasana Magadha "Mungkin dia akan mati karena penghinaan ini, seperti Ashoka yang sekarang sudah mati"

Jagannath mengamuk dan melempar nampan minum yang terletak di atas meja, istrinya ketakutan. Jagannath mengatakan "Mengapa dia tidak mengingat jika dirinya ratu dari Kalinga, ini merupakan penghinaan untuk Kalinga dan warganya, mengapa dia lupa jika tindakan kita merupakan hal yang teladan untuk negara?" Apakah dia sudah tidak memiliki tanggung jawab terhadap mereka?". Dia masih belum bisa memahami akan hal itu, dia melihat kita kembali untuk melihat waktu ke bawah dengan membatu putra pelayan itu, aku tidak punya pilihan lagi yang tersiasa sekarang". Jagannath mengambil pedangnya, namun  Istri Jagannath mencoba untuk menenangkannya tapi sia-sia, Jagannth mendorong istrinya.

Guard datang ke gua dimana Ashoka telah di selamatkan oleh Kaurwaki, dan menjilati tangan Ashoka. Angin menghembus cahaya lilin Diya tetapi Devi menutupinya dengan tangannya. Devi merasakan firasat buruk " O ya dewa, Apakah Ashoka sedang dalam masalah?". Devi mencakupkan kedua tangannya dan melantunkan Mahamrityunjaya Mantra untuk kesejahteraan Ashoka. Guard terus menjilati tangan Ashoka dan Ashoka membuka matanya dan mengetahui Guard ada di sampingnya, Ashoka melihat benang suci terikat di tangannya dan mencoba untuk duduk. Disisi lain, Devi terus berdoa untuk Ashoka, dan Kaurwaki kembali kegua namun daia tidak menemukan Ashoka "Kondisi mu sedang tidak baik!". "Aku akan selalu berdoa untuk kemenangan mu". Ashoka sedang dalam perjalanannya kembali ke Takshsila dengan menunggangi kudanya.

Precap: Ashoka membunuh Siamak berpikir tentang semua cara Siamak ketika merugikan orang yang dicintainya sampai hari ini.